さよなら、ごきげんよう、良い週末を。

“Sampai jumpa, Halo, Semoga kau mendapatkan akhir yang baik.”


Kembali lagi bersama saya yang akhir-akhir ini sangat suka dengan genre post-apocalypse atau apocalypse dan iyashi-kei yang membuat kokoro damai tentram. Dalam ulasan kali ini, saya akan membahas salah satu novel visual yang bisa dibilang hidden gem dan bisa memenuhi fetish tertentu. Sambutlah, Shuumatsu no Sugoshikata!

COVER (© Abogado Powers)

Shuumatsu no Sugoshikata (終末の過ごし方) atau dengan judul lengkapnya Shuumatsu no Sugoshikata ~The World is Drawing to an W/End~ adalah sebuah novel visual dengan tema akan apocalypse (sebut saja dunia menjelang akhir) dan kisah romansa yang sederhana tapi memiliki makna. Pertama kali dirilis pada 9 April 1999, dan versi DVD yang dirilis pada 24 April 2003 dan versi upgraded dalam bentuk DVD-PG pada 27 Mei 2005. Diproduksi oleh studio novel visual Abogado Powers atau Abapo ini dikerjakan oleh beberapa orang yaitu Suzuki Ootsuki sebagai penulis skenario, Erika Koike sebagai ilustrator dan pendesain karakter Shuumatsu no Sugoshikata, Masashi Yano sebagai komposer musik.

Main Menu (© Abogado Powers)

Shuumatsu no Sugoshikata berlatar pada dunia yang diumumkan akan berakhir setelah perang terjadi. Akibatnya listrik, jaringan komunikasi, bahan bakar sampai kebutuhan sehari-hari saja mulai terbatas, dengan waktu tinggal satu minggu itu orang-orang pun mulai bingung harus bagaimana menghabiskan waktu satu minggu itu sebelum dunia kiamat. Namun di sisi lain ada sejumlah orang yang menghabiskan waktu satu minggu itu sama seperti biasanya, orang-orang itu adalah murid dari sebuah sekolah yang seharusnya menjadi sekolah terbengkalai. Dan beberapa orang itu pun menjalani momen terakhir mereka bersama dengan kisah romansa yang mengharukan…

Tahiro dan Ruki (© Abogado Powers)
Chieko & Shigehisa (© Abogado Powers)

Orang-orang itu adalah Chihiro Kouno, sang protagonis; Kana Inaho, seorang Kouhai dari Chihiro; Kaori Miyamura, teman sekelas Chihiro sekaligus mantan dari Chihiro; Chieko Misuzawa, gadis dari klub lari; Iroha Oomura, kenalan Chihiro yang bisa ditemukan di atap sekolah; Ruki Ootsuka, dokter UKS di sekolah Chihiro dkk; Midori Shikishima, osananajimi dari Chihiro. Selain Chihiro ada dua orang protagonis yang memiliki cerita masing-masing dan satu heroine yang mendampingi mereka, yaitu Shigehisa Matsubara, seorang om-om (?) yang biasa ditemukan di lapangan sekolah bersama dengan Chieko serta Tahiro Takeoka, teman dari Chihiro dan juga protagonis karakter untuk Ruki Ootsuka.

Iroha & Kana (© Abogado Powers)
Midori & Chihiro (© Abogado Powers)

Shuumatsu no Sugoshikata dihadiri dengan nuansa gloomy dan entah mengapa bagi saya sendiri merasa dijernihkan meskipun kondisi dalam latar cerita sudah terasa tidak ada harapan. Meskipun begitu Shuumatsu no Sugoshikata dihadirkan dengan cerita yang singkat, jelas, serta padat, meskipun sebenarnya bisa dieksplor secara mendalam mengenai latar kejadian dunia mendekati akhirnya, atau pun latar belakang karakternya. Meskipun begitu sang penulis cerita sangatlah pintar dengan latar kehidupan sehari-hari yang singkat selama satu minggu sampai dunia dinyatakan berakhir. Tetapi perkembangan karakter dan moral kehidupan bisa didapatkan jelas melalui Shuumatsu no Sugoshikata ini. Dan tentu saja sebuah karya yang membuat para pemain ikut terbawa arus emosi baper, seperti saya. (~ ̄▽ ̄)~

Kaori (© Abogado Powers)

Secara desain dan ilustrasi, novel visual ini hadir dengan tampilan seperti komik sehingga merasa tidak bosan dan memberikan kesan ‘hidup’ daripada baca komik, terbantu dengan musik khas pada zaman tersebut sangatlah mendukung untuk cerita. Tetapi, poin yang sangat menarik dari Shuumatsu no Sugoshikata adalah hampir semua karakter dari Shuumatsu no Sugoshikata berkacamata, memberikan kesan tersendiri. Terlebih lagi apabila kalian suka dengan karakter berkacamata, hehehe.

Sampai jumpa, semoga dirimu memiliki akhir yang baik (© Abogado Powers)

Selain itu, yang sangat memorable dari Shuumatsu no Sugoshikata ini adalah ending dari rute itu sendiri, di mana para karakter dengan kondisi dunia serasa tidak ada harapan menemukan harapan di tempat dan waktu yang tak terkirakan dan juga pemikiran para karakter bahwa dunia berakhir merupakan sebuah awal baru dari sebuah kisah. Ketika semua sudah merasa hampa tidak ada harapan, keajaiban (harapan) muncul ketika dirimu menyadari bahwa dirimu itu tidak sendiri.

Jadi, ketika dunia akan berakhir dan waktumu hanya tinggal satu minggu, apa yang kamu lakukan?

| Oleh Widya Indrawan

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.