Perhatian: Ulasan ini bersifat spoiler.

Kembali lagi bersama saya, seorang yang hobi main gim galge atau novel-game (visual novel) yang akhirnya punya waktu untuk main lagi setelah sekian lama. Kali ini, saya akan membahas salah satu novel visual yang sudah ditunggu banyak orang setelah hampir 7 tahun lamanya. Sambutlah Sakura no Toki, novel visual yang telah rilis pada 24 Februari lalu!

Sakura no Toki (sakutoki) atau dengan judul lengkapnya Sakura no Toki -Sakura no Mori no Shita wo Ayumu- (サクラノ刻-櫻の森の下を歩む-) adalah novel visual yang dirilis oleh Makura. Novel ini merupakan sekuel dari novel visual Sakura no Uta -Sakura no Mori no Ue o Mau- (サクラノ詩-櫻の森の上を舞う-) yang dirilis pada 23 Oktober 2015 lalu. Para staf yang mengerjakan Sakura no Uta kembali bekerja sama membuat novel visual Sakura no Toki ini, di antaranya SCA-Ji sebagai penulis skenario, serta Inugami Kira (Inukira), Kagome, dan Motoyon sebagai pendesain karakter sekaligus ilustrator seluruh CG dalam Sakura no Toki. Di bagian musik, Matsumoto Fuminori (szak) kembali mengerjakan beberapa lagu penutup sekaligus pembuka serta beberapa BGM dalam Sakura no Toki yang dibantu oleh Shade dan viewtorino.

Baca Juga: Digimon Adventure 02 The Beginning Siap Dirilis Oktober 2023

Berbeda dengan prekuelnya Sakura no Uta (sakuuta), waktu bermain di Sakura no Toki ini jauh lebih singkat, dengan novel visual ini menghadirkan 6 bab cerita (sama seperti prekuelnya) dengan dua rute heroine yang bisa dimainkan sepanjang cerita dan satu ending canon.

Sakura no Toki bercerita setelah beberapa tahun dari kisah Sakura no Uta, di mana protagonis kita yang bernama Naoya Kusanagi menjalani hidupnya sebagai guru seni tidak resmi di sekolah Yumihari. Di sana bersama dengan beberapa siswi, Naoya berusaha membangkitkan kejayaan Yumihari, yaitu klub seninya. Dari perjalanan Naoya yang dimulai dari Sakura no Uta, kini Sakura no Toki menjadi penutup kisah Naoya bersama dengan mereka yang terlibat dalam cerita (mungkin).

✼••┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈••✼

Chapter 1 – La gazza Ladra

Shizuru Toritani (© Makura)

Bab 1 dimulai dari sudut pandang seorang karakter baru yang sebenarnya sudah disebutkan dalam Sakura no Uta, yaitu Shizuru Toritani. Shizuru merupakan sepupu dari salah satu heroine Sakura no Uta (dan juga Sakura no Toki), yaitu Makoto Toritani sekaligus master dari kafe Chimera, keponakan dari ibu Makoto yaitu Saki Toritani. Shizuru adalah seorang wanita baik hati dan berteman dengan keluarga iparnya, Reika Nakamura. Cerita dalam bab 1 ini dimulai dengan konflik yang terasa lemah, dengan konflik yang sederhana tapi berujung kemana-mana dalam pertengahan cerita. Namun begitu pembuka ini menjadi awal dari segalanya yang akan terjadi di Sakura no Toki.

Chapter 2

Naoya dan anggota klub seni (© Makura)

Kisah dimulai dari sudut pandang Naoya, sang protagonis yang sudah menjalani karirnya sebagai guru tidak resmi di sekolah Yumihari, serta sebagai guru pembimbing klub seni yang terkenal pada masa Naoya dkk. bersekolah. Interaksi karakter yang ada menjadi salah satu poin kuat dalam bab 2 ini, yang mana hal ini juga membuat saya terbawa arus perasaan karena sang protagonis kita ini masih sulit move-on karena kehilangan seseorang yang dia sayangi. Tetapi muncullah best girl No. 3 (bagi saya) yang bernama Sakurako Sakizaki, dan tentunya anggota klub lain yang menjadi seperti tsukkomi dan boke dalam kisah bab 2, sehingga terasa seperti kisah sehari-hari di novel Sakura no Uta yang masih diingat betul sampai saat ini. (~ ̄▽ ̄)~

Baca Juga: Ulasan Novel Visual Ever Maiden: Apakah Mencintai Itu Sebuah Dosa?

Chapter 3

Bab 3 terbagi menjadi 3 cabang cerita yang terbagi menjadi rute heroine yang baru muncul dalam Sakura no Toki, Misuzu Honma, dan heroine Sakura no Uta yang muncul kembali yaitu Makoto Toritani, dan bab 3 sesungguhnya yang merupakan lanjutan dari bab 2 sebelumnya.

Der Diehcter sprieht – Misuzu Honma

Misuzu Honma (© Makura)

Doi imut? Jelas.

Doi dere-dere? Jelas.

Doi sekolah di sekolah khusus wanita? Betul sekali.

Doi pintar? Sangat pintar.

Misuzu Honma, seorang gadis yang bersekolah di sekolah khusus perempuan (lupa namanya). Banyak orang berkata dia memiliki mata tajam yang kadang tidak disukai banyak orang. Sikap dingin adalah impresi awal banyak orang kepadanya, namun di balik semua itu Misuzu hanyalah seorang gadis yang terkadang pemalu, baik hati, dere-dere, dan juga misterius. Dalam rutenya, dijelaskan kembali mengenai siapa orang tua Misuzu dan konfliknya bersama dengan seorang anggota klub seni di Yumihari, karena bakat melukisnya yang sangat jenius. Meskipun kadang romansanya terasa dipaksakan (sebut saja belum lama jadian langsung melamar), rute Misuzu memberikan pandangan baru bagaimana konflik utama dalam Sakura no Toki ini akan dibawa. Dan cerita rutenya pun termasuk salah satu self-inserted dari author-nya sendiri. 🙂

Kibou

Makoto Toritani (© Makura)

Merupakan rute dari Makoto Toritani, Makoto sendiri bekerja sebagai jurnalis di salah satu majalah terkenal di Tokyo yang kembali untuk memenuhi mencari informasi akan pameran seni yang di mana (waifu saya juga tampil di sana). Rute ceritanya jauh lebih pendek daripada rute sebelumnya, namun begitu romansa ala orang dewasa perlu saya acungi jempol. Akhir ceritanya yang bahagia membuat Makoto jadi tersipu malu, karena Naoya secara langsung mengatakan hal itu. (𓁹󠁘◡𓁹). Tetapi, dalam rutenya Makoto pun tambahan informasi (lagi) mengenai konflik utama di novel ini pun hadir kembali. Meskipun begitu, perkembangan rutenya terhitung masih kurang.

Night on Bald Mountain

Rute tanpa heroine, yang juga adalah lanjutan konflik dari bab 2. Tidak banyak kata yang bisa diucapkan tetapi perkembangan konflik dan karakternya mulai kuat dan menarik serta memunculkan tanda tanya sejak awal bermain. 🙂

Chapter 4 – Monpanache!

Naoya dan K semasa kecil (© Makura)

Ah ini, rute yang membuat kokoro hancur. (┬┬﹏┬┬)

Mengapa? Rute ini adalah titik putar balik dari seorang yang merupakan juara lomba lukis yang terkenal, namun kini sudah tidak ada di dunia. Rute Sakura no Toki ini menceritakan masa lalu seorang karakter berinisial K. Mulai dari bagaimana dia diperlakukan tidak baik oleh keluarganya dan juga bakat jenius dia dalam melukis. Semua perasaan K ini dijelaskan sangat jelas dan padat, termasuk terhadap sang protagonis kita, Naoya. Bagaimana K percaya terhadapnya, bagaimana pertemuan K dengan Naoya, dan bagaimana dia mengasah bakatnya itu. Tidak hanya itu, muncul juga adegan bagaimana dia pergi dari dunia ini (┬┬﹏┬┬).

Chapter 5 – D’où venone-noue ? Que somme sommes-nous ? Où allons-nous?

Naoya Kusanagi (© Makura)

Kita kembali lagi kepada sudut pandang Naoya. Bab yang melanjutkan cerita di bab 3 ini adalah bab klimaks cerita secara keseluruhan, di mana Naoya mulai kembali melukis, dengan tambahan beberapa karakter yang percakapannya agak membuat kesal pembacanya. Setelah apa yang terjadi dengan dirinya, dia kembali berusaha melukis setelah diberi tantangan oleh ahli lukis. Ya, sebuah cerita yang dimulai dengan lebih kuat dari sebelumnya, di mana para karakter Sakura no Uta kembali lagi. Namun ada beberapa karakter yang kehadirannya di bab ini sangat disayangkan, seperti Misuzu jauh terlihat lebih dingin daripada sebelumnya, atau karakter yang semakin mengesalkan. Tetapi, semua itu terobati dengan hadirnya best girl Sakura no Toki (Uta), yaitu Ai Natsume. Dia menjadi seorang yang selalu bersama Naoya, dan sebagai figur kakak Naoya, tetapi berakhir jauh lebih dari itu. 🙂

Chapter 6 – Sakura no Mori no Shita wo Ayumu

Rin Misakura (© Makura)

Bab ini sebenarnya mengiahkan perjuangan para karakter di Sakura no Toki untuk mendapatkan kebahagiaannya masing-masing. Hadirnya Rin Misakura (waifu saya di gambar) dan karakter Sakura no Uta lainnya memberikan dorongan untuk Naoya di dalam ceritanya. Terlebih lagi ada sedikit flashback dari Naoya atau karakter lain yang memang mereka mengorbankan sesuatu untuk Naoya, karena mereka pernah diselamatkan oleh Naoya (sambal mengorbankan perasaan mereka kepada Naoya), membuat emosi semakin terluap-luap. Tidak hanya itu, seorang karakter yang mengesalkan akhirnya kena karmanya di bab ini.

Rina Hikawa (© Makura)

Puncak dari semua cerita ini adalah mereka mendapatkan apa itu kebahagiaan, meskipun sayang kemunculan karakternya terasa sekali pakai langsung dibuang. Tetapi, pada akhirnya perasaan teman terdekat Naoya, keluarga Naoya, sampai Naoya -yang di awal serasa seperti hidup segan mati pun tidak mau- akhirnya bisa berjalan ke arah yang seharusnya. Ending bahagia untuk Naoya menjadi akhir dari cerita Sakura no Toki.

✼••┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈••✼

Meskipun diakhiri kisah yang membuat emosi Anda terluap-luap, bagi saya sendiri cerita beberapa karakter di Sakura no Toki ini terasa seperti tidak selesai dan mungkin bisa ceritanya (baca: rute) bisa ditambahan agar cerita di novelnya semakin sempurnya. (terutama rutenya Rin dan Sakurako). Hanya dua rute heroine itu tidak cukup. (っ °Д °;)っ

Setelah melihat kemunculan karakter yang bagaikan sekali pakai buang ini, saya pribadi jauh lebih suka dengan Sakura no Uta, karena Sakura no Toki ini lebih berfokus pada ilustrasi dan filsafat yang menjadi temanya, sedangkan Sakura no Uta lebih berfokus pada cerita dan karakter sehingga memberikan impact yang jauh lebih kuat.

Konon katanya berdasarkan perkataan sang penulis skenario novelnya, Sakura no Toki akan ada sekuel lagi dengan judul Sakura no Oto. Entah kapan menunggu lagi, mungkin sama seperti Sakura no Uta yang baru rilis setelah 10 tahun lamanya. Semoga Sakura no Oto menjadi kisah tambahan dari Sakura no Toki yang kurang ini.

『サクラノ響(おと)』と読むので、音的には「サクオト」となります。
『サクウタ』『サクトキ』『サクオト』
そんな感じ。

— SCA自(すかぢ) (@SCA_DI) January 23, 2023

Mari kita menunggu kembali. (ノ◕ヮ◕)ノ*:・゚✧

| Oleh Widya Indrawan

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.