Match 14 pada final week turnamen esports Free Fire Master League Season 7 (FFML Season 7) mempertemukan tim-tim dari grup A dan C, RRQ Kazu, ONIC Olympus, SES Alfaink, Dewa United, First Raiders Eclipse, MPO Esports, Genesis Dogma, Morph Team, OPI Griffin, Bulls Esports, MBR Epsilon dan Kagendra.

Coach dari tim Dewa United juga mengomentari sengitnya persaingan di minggu terakhir FFML Season 7

Seperti di matchday sebelumnya, masih ada kejutan dari tim papan bawah yang berjuang lolos dari zona “degradasi” dan dominasi dari tim unggulan di match kali ini untuk lolos ke fase Grand Final yang membuat persaingan pekan terakhir FFML Season 7 semakin sengit.

Round 1: MBR Esports Akhirnya Pecah Telur

Map yang dipertandingkan di match 14 FFML Season 7.

Masuk ke round pertama lewat map Bermuda, RRQ Kazu harus dibuat tunduk dan too soon di menit ke-12 lewat serangan dari DEWA Ikyyy dan DEWA SAM13 yang membuat Dewa Esports mendapatkan point eliminasi lebih awal. Akan tetapi, keuntungan tersebut menjadi kesialan tersendiri karena squad Dewa United harus tumbang di posisi #11 oleh serangan dari squad MPO Esports. Map Bermuda menjadi saksi tim papan bawah MBR Epsilon yang memenangkan round kali ini setelah membungkam squad First Raiders Eclipse, MPO Esports dan satu pemain yang tersisa dari squad Bulls Esports.

Round 2: MBR Esports Kena “Kutukan”, RRQ Kembali Booyah

Banter berujung “kutukan”?

Lanjut ke map Purgatory, MBR Epsilon yang mendapatkan Booyah! di round sebelumnya harus dibuat too soon. Taunting “minimal Booyah!” yang mereka lakukan saat selebrasi yaitu “minimal Booyah!” menjadi sebuah kutukan di tangan squad Genesis Dogma, alias jadi “minimal too soon“. Kagendra yang ingin memperbaiki keadaan malah harus pulang di posisi #11 setelah seluruh squad-nya melindungi diri dengan gloo wall malah harus dihabisi secara menyedihkan oleh aksi seorang ONIC.GAREE yang sendirian berada di rumah tingkat dua, dan melempar granat ke mereka tanpa ketahuan sama sekali. Round 2 di Purgatory akhirnya dimenangkan oleh RRQ yang berhasil membuat squad OPI Griffin dan Morph Team sibuk satu sama lain dengan serangan dari RRQ.Razor dan RRQ.abayy yang bisa mengambil kesempatan di saat Morph menyisakan dua pemain.

Round 3: Genesis Dogma Solo Booyah

Map Alpine di round ketiga FFML Season 7 menjadi momen blunder Kagendra yang kedua kalinya yang harus pulang lebih cepat di menit pertama lewat serbuan squad dari Genesis Dogma melalui peran GD KikyyySF dan teman-teman yang bisa mengambil momen dari drop di tempat yang sama. First Raiders Eclipse menjadi makanan empuk oleh SES Alfaink sekaligus tereliminasi di posisi #9 setelah pertarungan sengit yang awalnya squad Eclipse yang dikomandoi oleh seorang FR Darkol ke FR Souza menyerang ketiga pemain dari SES, tapi situasi kembali berbalik karena peran SES MR05 bisa menghabisi dua pemain Eclipse sekaligus melakukan revive ketiga rekannya yang telah di-knock Eclipse. Tapi, kemenangan round kali ini dipegang oleh Genesis Dogma dengan serangan solo dari seorang GD YossSF yang bisa memanfaatkan momen dari seorang ONIC.GARDUUU yang sebelumnya menghabisi dua pemain dari Morph Team dengan menyisakan 40% Health dan berniat melakukan recovery.

Round 4: MPO Curi Kesempatan

Lanjut ke Nexterra di round keempat, Morph Team terpaksa tersingkir di posisi too soon setelah rekan-rekannya dipukul mundur oleh squad Kagendra dan menyisakan seorang MORPH Suzana yang harus pasrah berada di luar garis zona yang menyakitkan. Map kali ini akhirnya dimenangkan oleh MPO Esports yang melakukan serangan ke semua pemain dari RRQ lewat peran dari seorang MPO BesToo dan Valdoo ke seorang rusher RRQ.Razor.

Round 5: Kagendra Lagi-Lagi Blunder, RRQ Kembali Rebut Booyah!

Kembali ke map Bermuda di round kelima FFML Season 7, Kagendra lagi-lagi harus dibuat too soon di early game karena mereka harus tunduk oleh squad komplit dari SES Alfaink dan Genesis Dogma yang sama-sama ingin mengincar point eliminasi. First Raiders Eclipse yang sebenarnya bisa diuntungkan malah harus diseruduk oleh amukan rushing dari Bulls Esports sekaligus finish di posisi ke #11. Namun, map Bermuda di round kali ini menjadi milik RRQ yang sukses menyapu bersih seluruh squad MBR Epsilon dan ONIC Olympus lewat serangan dari RRQ.abayy, Razor, dan sang “kapten terkuat di bumi” Legaloth.

Round 6: Bulls Esports Membanteng!

Match FFML Season 7 kali ini ditutup dengan map Bermuda untuk ketiga kalinya. Kali ini, OPI Griffin menutup match dengan pulang lebih awal di posisi #12 setelah menerima pukulan telak dari squad MBR Epsilon. Setelah mendapat Booyah! di round sebelumnya, kali ini RRQ harus jatuh di posisi #10 oleh serangan seorang MBR Lorddd dan beberapa pemain dari Kagendra. Penutup di round kali ini dimenangkan oleh Bulls Esports setelah mengeksekusi seluruh squad MBR Epsilon dan beberapa pemain Morph Team yang sibuk mengeliminasi seluruh squad Kagendra dan membawa Kagendra ke posisi #4.

Dengan 2x Bermain Di Match Sebelumnya & Match Kali Ini, Akhirnya RRQ Bisa Mengamankan Kursi Di Grand Final FFML Season 7.

Match 14 FFML Season 7 menjadi hasil yang manis bagi RRQ dan ONIC karena kedua tim tersebut berhasil mengamankan kursi Grand Final FFML Season 7 nanti dengan berada di top 6. Sedangkan untuk Bulls Esports, OPI Griffin, dan Kagendra harus kembali mengikuti babak kualifikasi untuk mendapatkan tiket ke season berikutnya dengan berada di zona degradasi. Sementara itu, untuk MBR Epsilon yang sudah mendapatkan dua kali kesempatan bermain di Final Week dan berada di posisi 12 harus menunggu di match ketiga pada hari Minggu, 2 April untuk memastikan apakah posisi mereka masih aman atau harus turun ke zona degradasi.

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.