Peringatan: Ulasan ini bersifat spoiler, harap membacanya dengan hati-hati!

Karena sering membahas novel visual, sesekali saya ingin membahas hal lainnya, terutama untuk film yang ramai di awal 3 hari penayangan dan mendapatkan box office tertinggi di antara film lainnya, dan karena itu saya penasaran. Film apakah itu? Yap, sebuah film seri dari Detective Conan yang sudah memasuki seri ke-26 dengan judul Detective Conan: Black Iron Submarine!

Detective Conan: Black Iron Submarine (名探偵コナン: 黒鉄の魚影(サブマリン)) adalah sebuah judul film ke-26 dari seri Detective Conan setelah film ke-25 dengan judul Bride of Halloween. Film ini dirilis pada 14 April 2023 lalu, yang kini tayang di Indonesia dibawakan oleh Odex Films dan sudah mulai tayang sejak 26 Juli yang lalu. Dalam Black Iron Submarine ini berfokus pada kisah partner dari Conan Edogawa alias Shinichi Kudo yang merupakan seorang ilmuwan cantik yang juga mengalami hal yang sama dengan Conan yaitu Ai Haibara, atau yang bisa dikenal dengan nama aslinya Shiho Miyano.

Staf yang ada dalam cerita ini adalah Yuzuru Tachikawa sebagai produser dan penulis cerita bersama dengan Iwao Teraoka dan Jiro Kanai, dan skenario oleh Takeharu Sakurai. Bersama dengan Sudo Masatomo sebagai pendesain karakter. Film Black Iron Submarine ini memiliki tema lagu dengan judul Utsukushii Hiire (Beautiful Fins) yang dinyanyikan oleh Spitz.

Detective Conan: Black Iron Submarine juga merupakan film dengan pendapatan box office tertinggi mengalahkan film sebelumnya yaitu The Scarlet Bullet dengan pendapatan mencapai 1,3 milyar yen pada 3 hari penayangan film ini di Jepang. Tidak hanya itu, dalam film Black Iron Submarine ini juga hadir bintang tamu sebagai seiyu salah satu karakter yang hadir dalam film ini yaitu Ikki Kurosawa yang berperan sebagai Yosuke Makino. Oh ya, film Black Iron Submarine ini juga adalah film ke-4 yang berfokus pada komplotan hitam.


©2023 Gosho Aoyama/Detective Conan Production Committee

Film Black Iron Submarine ini dimulai dengan hadirnya sebuah tempat pengawasan keamanan yang terletak di laut selatan Jepang, yang bernama Pacific Buoy, sebuah fasilitas keamanan yang dibuka oleh Interpol, dengan sistem uniknya yaitu mendeteksi wajah para masyarakat dunia dengan basis AI untuk memudahkan keamanan dunia. Fasilitas ini juga terletak di pulau Hachijo, yang kebetulan Conan, Haibara, Ran, Kogoro, Profesor Agasa dan grup Detektif Cilik diundang oleh Sonoko untuk melihat paus di pulau Hachijo. Di sisi lain, komplotn hitam atau Black Organization berusaha mengincar sistem baru yang ada di Pacific Buoy itu untuk mencari seseorang…

Film dengan durasi 1 jam 30 menit lebih ini diringkas dengan singkat, padat, jelas dan sedikit plot-twist yang menarik di akhir cerita. Dengan fokus karakter dalam film Black Iron Submarine ini adalah Haibara sendiri menjadi suatu poin menarik tersendiri untuk para penonton melihat hebatnya Haibara dalam Detektif Conan ini, mengeksplor perasaan Haibara lebih dalam dan juga ke-baperan dari cerita dalam film ini. Kalau bisa dikatakan film Black Iron Submarine ini merupakan film all-starsnya Conan di mana pihak-pihak utama dari cerita Conan ini berkumpul menjadi satu serta melawan satu sama lain, baik secara langsung dan tidak langsung~

Conan & Haibara

“Kau taukan kalau kau pakai ini identitasmu tidak akan ketahuan.” (©2023 Gosho Aoyama/Detective Conan Production Committee)

Sebuah duo sekaligus rekan yang saling melindungi satu sama lain dalam berbagai kondisi apapun, dengan Conan sebagai otak sekaligus ototnya dan Haibara sebagai kamus berjalan yang melewati apapun dalam berbagi rintangan dan marabahaya dalam cerita seri animenya mau pun dalam seri filmnya, terutama dalam film Black Iron Submarine ini kedekatan mereka sebagai rekan dalam takdir yang tak bisa dipisahkan sangat digambarkan dengan baik dan bagi saya sendiri sungguh cukup puas dengan kedekatan dan hubungan mereka di film ini. Apalagi scene di akhir cerita yang saling menyelamatkan satu sama lain. Memang ya coupling favorit saya beda emang 🙂 

Profesor Agasa

“Ai-kun…” (©2023 Gosho Aoyama/Detective Conan Production Committee)

Tipikal orang macam Profesor Agasa yang bertingkah layaknya bapak untuk Detektif Cilik dan Haibara (sekaligus Conan, sih) sangat digambarkan dengan baik terlebih lagi untuk hubungan Profesor sendiri dengan Haibara yang menggambarkan hancurnya hati seorang bapak ketika anaknya berada di tangan penjahat, sungguh membuah hati menyelekit. 🙂

Ran & Kogoro

Kogoro selaku bapak dari Ran yang kurang dapat spotlight dalam film ini cukup disayangkan karena biasanya bapak tukang mabuk ini kadang hebat. Sedangkan main heroine kita yang jago berkelahi alias Ran mendapatkan itu dengan gelud dengan penjahatnya meskipun ada scene dilindungi Conan dan juga bayangan kakaknya Haibara, Akemi Miyano yang hadir dalam Ran sungguh entah kenapa membuat ingin menangis. 🙂

Organisasi Hitam

“Akhirnya kita bertemu, Sherry.” (©2023 Gosho Aoyama/Detective Conan Production Committee)

Perlu digaris bawahi yang akan difokuskan adalah Kir, Vermouth dan Gin, dan karakter baru bernama Pinga. Seperti yang kalian tahu bahwa Kir merupakan anggota CIA yang nyamar harus menghadapi traumanya sekali lagi ketika salah satu karakter dalam film ini harus bertemu dengan hal yang sama, mengenai hilangnya seorang orang tua alias Ayah mereka. Yang membuat saya tertarik adalah Kir alias Rena Mizunashi dengan cerdiknya mengelabui Gin yang sebenarnya dia juga merasa curiga dengan Kir karena berusaha “menghalangi” jalannya untuk bertemu karakter utama dalam film ini. Kemudian adanya Gin, entah kenapa dari awal cerita sudah terasa gregetnya (greget kurang mantap dengan kalimat legendarisnya itu), namun sifat licik dan bagian Gin sangat menarik memberikan gambaran betapa jahatnya Gin itu, kemudian ada Vermouth, seorang tante-tante (?) waifu yang diam-diam melindungi seseorang dengan caranya yang sangat cerdas dan wah sangat. Dan, yah puncaknya adalah di karakter baru bernama Pinga ini, seorang bawahan dari petinggi atas dalam Organisasi Hitam yang licik mempermainkan semua karakter kita dan kemampuan dia sebagai seorang agen dari Organisasi Hitam yang sangat diacungi jempol, namun sayang dia tidak bertemu dengan Gin yang seharusnya biar ada tambahan aksi~

Subaru Okiya & Tooru Amuro

Duo yang saling bermusuhan, tapi mendapat acungan jempol dari saya. Dua orang yang punya kalimat terbaik dalam cerita ini dan sungguh pintar menaikan hype dalam film ini, yang satu berhadapan dengan musuhnya, yang satu membantu diam-diam menjaga seseorang. Tembak dia, dor dor!

Ai Haibara

Sebagai karakter utama sekaligus fokus cerita dalam film Black Iron Submarine ini sungguh mencerminkan siapa itu Haibara, seorang ilmuwan cantik yang awalnya takut namun kini tumbuh sebagai seorang berani dan juga seorang yang siap melindungi dan menyelematkan Conan dari Organisasi Hitam. Penggambarannya sebagai seorang yang harus menghadapi ketakutan yang paling ia tidak ingin hadapi namun berusaha dengan kepala dingin, dan kurang greget karena kurangnya satu scene dengan organisasi hitam sungguhlah digambarkan dengan baik meskipun kadang merasa kurang. Tetapi di akhir adegan di mana ia bersama Conan, sungguh membuat saya bahagia karena kapal saya lagi melaju. Tapi, she deserves the spotlight.

“Aku pasti akan menyelamatkanmu, Haibara.” (©2023 Gosho Aoyama/Detective Conan Production Committee)

Meskipun film ini ada kurang gregetnya, tetapi musik dalam film ini disajikan pada waktu yang tepat yang mendukung segala aspek dalam film ini. Black Iron Submarine disajikan dengan penuh cinta selayaknya film Conan lainnya, dengan aksi Conan, Haibara, Ran, Subaru Okiya dan Profesor Agasa dengan teknologi barunya sungguh membuat saya puas, dan akhirnya mengerti mengapa film Black Iron Submarine ini mendapatkan box office sebesar itu. Black Iron Submarine merupakan film yang harus ditonton, jadi selagi masih ada waktu mari kita tonton!

Dan juga mari terjun ke kapal Conan x Haibara, hehehe. 

Oh ya, jangan lupa saksukan juga Detektif Conan di NET.

| Oleh Widya Indrawan

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.