Melanjutkan dari artikel lagu original VTuber pilihan staff KAORI Nusantara, yang entah kenapa menunjukkan kesamaan selera VTuber di antara para staff, kami memutuskan untuk membuat listicle baru yang merangkum lagu cover Vtuber pilhan para staff.

Sebagai karya turunan (derivative work), membahas lagu cover bisa cukup menarik. Dengan membandingkan cover dengan karya original, kita dapat menemukan gagasan-gagasan mengenai interpretasi kreator dari karya orgininal. Lagu-lagu di dalam daftar ini banyak dibuat dengan wacana berbeda. Beberapa dibuat karena kreatornya merupakan penggemar penyanyi original, beberapa ada yang dibuat hanya untuk meme. Tetapi ada juga beberapa lagu yang lebih personal, khususnya jika kita mengingat kehidupan kreatornya dalam proses kreatifnya. Berikut ini lagu-lagu cover pilihan staff:

Honeycomb Summer oleh Hoshimachi Suisei & Inui Toko (Original: Crazy:B)

Sebenarnya banyak banget yang bagus-bagus kalau membicarakan lagu cover dari vtuber. Tapi kalau harus mengistimewakan satu, aku akan bilang Honeycomb Summer covernya Hoshimachi Suisei & Inui Toko. Suka banget deh dengan aransemennya yang baru, nada musiknya berubah sedikit untuk menyesuaikan vokal mereka tapi tidak menghilangkan identitas lagu tersebut. Kalau suara nya Suisei dan Toko? Tidak perlu ditanya deh, udah juara dari baris pertama lagunya. Saling melengkapi. (Ferdian Tiraska –

)

GETCHA! oleh Hoshimachi Suisei & Mori Calliope (Original: Giga & KIRA)

Sebuah lagu yang mengombinasikan lirik berbahasa Jepang dan bahasa Inggris dan dipadu dengan rap, lagu yang pas dinyanyikan oleh duo Hoshimaschi Suisei & Mori Calliope yang masing-masing dari Hololive Jepang dan Inggris. Untuk saya, cover ini menandakan kecocokan mereka berdua, saya harap mereka berkolaborasi untuk banyak lagu lainnya. (Keinda D. Adilia / Tante Kei – The Indonesian Anime Times)

Medley Lagu Daerah Indonesia oleh Hololive Indonesia

Sebagai orang Indonesia, cover ini merupakan salah satu suguhan terbaik Hololive Indonesia. Sebab cover ini mengenalkan budaya Indonesia tidak hanya kepada pemirsa dari Indonesia, tetapi juga permirsa dari luar negeri melalui lagu medley dengan aransemen cantik. Cover ini membuat saya bangga sebagai orang Indonesia dan ingin mengatakan kepada dunia “ADA INDONESIA COY!”. (Keinda D. Adilia / Tante Kei – The Indonesian Anime Times)

Berak Tak Cebok oleh Xia Ekavira ft. Taka Radjiman (Original: Kufaku Band)

Dari seluruh lagu yang ada di alam semesta ini yang bisa mereka nyanyikan bersama, Xia Ekavira dan Taka Radjiman (dearly graduated) malah memilih untuk meng-cover Berak Tak Cebok, sebuah meme viral di internet. Cover ini merupakan bukti betapa luar biasanya semangat menghibur dan kreatifitas para member NIJISANJI (Ex) ID. Liriknya sesuai dengan judul, dan mereka menyanyikannya dengan sangat baik. Terkadang hidup menempatkanmu di situasi yang tahi dan kamu harus berdamai dengan situasi yang apa adanya. Tapi member NIJISANJI (Ex) ID memang bisa merilis hal-hal yang tidak hangat-hangat tahi ayam. (Caesar E. S. – The Indonesian Anime Times)

Fukkatsu no Ideon oleh Inugami Korone (Oroginal: Isao Taira)

Saya senang dan terkejut melihat Korone menyanyikan lagu pembuka Space Runaway Ideon (1980), salah satu karya penting kreator Gundam, Yoshiyuki Tomino, dalam 3rd Anniversary Live-nya. Terlebih lagi ketika penyanyi aslinya, Isao Taira, men-tweet tentangnya setelahnya, lalu benar-benar *lost it* ketika dia sendiri muncul sebagai tamu istimewa di 4th Anniversary Live Korone untuk membawakan lagu tersebut bersama Korone sebagai duet.

Selain lagunya (tentu lagunya bagus), ada fakta bahwa Korone yang pecinta media retro memilih untuk mempersembahkannya di panggung di depan banyak pemirsa. Suatu hal yang menyenangkan untuk didengar oleh para penggemar acara berusia 40 tahun tersebut, apalagi para stafnya. Saya bisa membayangkan Isao Taira sendiri pasti merasa cukup senang mendengar karyanya masih dipertahankan hingga 40 tahun kemudian, oleh karena itu beliau memutuskan untuk bergabung sebagai bintang tamu. Bukankah menakjubkan bagaimana VTuber dan budaya anime dapat menghubungkan penggemar dan artis dari berbagai generasi seperti ini? (Caesar E. S. – The Indonesian Anime Times)

Memeshikute oleh Uzuki Kou, Kenmochi Toya, Shellin Burgundy (Original: Golden Bomber)

Nijisanji diketahui dari kratifitas dan kebebasan berekspresinya dari setiap talent, dan lagu ini benar-benar menggambarkannya dengan sempurna. Walau banyak perubahan yang terjadi di Nijisanji, hingga Anycolor/Ichikara, lagu cover ini merangkum “vibe Nijisanji yang konyol/gila/liar” yang dikenal dan disukai penggemar selama 5 tahun terakhir, yang membuatnya populer hingga saat ini. (Videtra Reynaldi – The Indonesian Anime Times)

シャンティ(SHANTI) – Joe Rikiichi (Original artist: wotaku feat. KAITO)

Bicara soal lagu cover dari Joe Rikiichi, lagu yang paling banyak muncul adalah Shinigami; tapi bagi saya, cover lagu Shanti memberikan impresi yang lebih dalam, khususnya dengan MV-nya yang gritty. Cover ini membuktikan mengapa dia merupakan salah satu penyanyi terbaik Nijisanji. (Videtra Reynaldi – The Indonesian Anime Times)

YATTA – Axel Syrios, Regis Altare, Magni Dezmond, Noir Vesper, Astel Leda, Kageyama Shien, Minase Rio, Hizaki Gamma (Original artist: Green Leaves / 葉っぱ隊)

Lagu cover April Mop paling mantap. Sebagai seseorang yang sudah lama berkecimpung dalam budaya internet, melihat segerombolan VTuber yang mengcover lagu ini di tahun 2023 membuat saya tersenyum lebar. Menyenangkan juga melihat reaksi para penggemar muda VTuber yang mendengarkan lagu ini untuk pertama kalinya. Rasio 4:3 juga merupakan sentuhan yang cerdas. PS: atur kualitasnya ke 144p untuk sepenuhnya merasakan internet akhir tahun 2000an/awal 2010an. (Videtra Reynaldi – The Indonesian Anime Times)

IDOL – Jaret Fajrianto (GHOSTY’s COMIC) feat. Evelyn (Original artist: YOASOBI)

Saya gak yakin apakah harus menambahkan COMIC Jaret Fajrianto A.K.A GHOSTY di sini, tapi dia bisa dianggap sebagai VTuber bukan?

Anyway, saya suka lirik terjemahan Indonesianya. Cocok dengan karakter Jaret dan membuat maknanya lebih mudah dipahami oleh penggemar anime Indonesia. Biasanya drama memang berputar di sekitar orang yang populer di media sosial seperti cosplayer, VTuber, atau orang terkait event organizer. Karena liriknya terdiri dari kata-kata yang sering digunakan oleh para penggemar anime Indonesia di media sosial, menurut saya itu membuat makna lagunya lebih relevan. (Dany Muhammad – The Indonesian Anime Times)

Hope in the Dark – Enna Alouette (Original artist: Luxiem)

Pertama kali saya terpikat oleh kontennya adalah video acapella yang berjudul I Could Be…, saya merinding sepanjang lagu, kagum dengan suaranya yang husky dan jangkauan vokalnya. Saya terkesan dengan spooky cover dari Diamond City Light, tapi cover jazz dari Hope in the Dark ini benar-benar mengejutkan saya. Enna dan timnya membuat aransemen yang sangat berbeda dan kreatif untuk karya turunan. (Vina Nurziani – The Indonesian Anime Times)

I Have Nothing – Whale Taylor (Original artist: Whitney Houston)

Saya sengaja menambahkan yang ini karena ini adalah salah satu lagu cover terbarunya dan juga lagu favorit saya sendiri. Whale Taylor dengan terampil memanfaatkan suaranya yang raspy untuk mencapai semua nada dengan sempurna sehingga membuat pemirsanya terkesan. Saya sangat berharap dapat menemukan lebih banyak VTuber indie dengan suara luar biasa dan konten greget. (Vina Nurziani – The Indonesian Anime Times)

Deichuu ni Saku (Blooming in the Mud) – Miyu Ottavia (Original artist: HarryP)

Lagu ini dirasa sebagai lagu yang “cocok” untuk Miyu. Vibe yang hadir dari lagu ini beresonansi dengan semua yang terkejut dan sedih saat mengetahui pengumuman dirinya lulus dari NIJISANJI ID (termasuk saya yang kadang-kadang nonton stream-nya). Suara vokal Miyu yang powerful begitu kompak dengan aransemen dan lirik lagunya, menghasilkan sebuah cover yang bittersweet, seolah Miyu mengatakan “Ya, aku paham kalian semua sedih karena aku grad, tapi tetaplah melangkah karena hidup mesti jalan terus.” (Tanto Dhaneswara –

)

-Star Divine- finale – Pavolia Reine & Omaru Polka (Original artist: Karen Aijo (CV: Momoyo Koyama), Hikari Kagura (CV: Suzuko Mimori), Maya Tendo (CV: Maho Tomita), Claudine Saijo (CV: Aina Aiba)

Cover ini merupakan kolaborasi dua VTuber yang juga merupakan penggemar Shoujo Kageki Revue Starlight. Sebagai salah satu penggemar franchise tersebut, saya benar-benar tidak bisa menahan keinginan untuk memasukkan cover epik ini. Selain ingin merekomendasikan anime ini kepada semua orang, dengan cover ini Anda juga bisa mendengar betapa Reine dan Polka sangat menyukai franchise ini. (Keinda D. Adilia / Tante Kei – The Indonesian Anime Times)

Itulah beberapa lagu cover favorit kami. Apakah lagu favoritmu juga ada di sini? Beritahu kami cover favorit dari oshi-mu!

| Ditulis dan diterjemahkan dari artikel The Indonesian Anime Times oleh Vina Nurziani

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.