Pelatihan akting suara Voice Talent Class Indonesia (VT Class) didukung oleh Studio Cipta Suara Pro (CS Pro) menggelar acara Nonton Bareng One Piece Live Action Sulih Suara Indonesia di Ms. Jackson Music Bar, Jakarta Selatan pada hari Kamis, 31 Agustus 2023. Mengusung tema #BerlayarKeGrandLine, kegiatan ini mengundang para seiyu atau pengisi suara One Piece Live Action sulih suara Indonesia, tim produksi, dan tamu yang terdiri dari pengisi suara kawakan di Indonesia dan penggemar One Piece. Selain penayangan perdana One Piece Live Action, agenda nobar juga diramaikan dengan temu sapa para aktor pengisi suara bahasa Indonesia yang menggunakan kostum karakter yang diperankannya (cosplay), yaitu Andromeda Veliano (Luffy), Ihwan Zaid (Zoro), Melodya Apriliana (Nami), Bintang Gautama (Sanji) dan Hardi Dian Anto (Usopp).

One Piece adalah sebuah karya legendaris dari komikus asal Jepang, Eiichiro Oda, yang mengisahkan petualangan Monkey D. Luffy untuk menjadi bajak laut terhebat di dunia. Bersama empat kru Bajak Laut Topi Jerami (Straw Hat Pirates) yaitu Zoro, Nami, Sanji dan Usopp, mereka mengarungi lautan Grand Line demi memburu harta karun misterius bernama “One Piece”. Sejak dirilis pada tahun 1997 dalam bentuk komik dan anime, One Piece telah menarik hati jutaan penggemar dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. One Piece diadaptasi ulang dalam format serial live action pada tahun ini melalui platform layanan streaming Netflix. Seperti animenya, One Piece Live Action juga akan ditayangkan dalam versi sulih suara bahasa Indonesia yang dapat disaksikan mulai tanggal 31 Agustus 2023 pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat.

Lead & Mentor VT Class sekaligus Dubbing Director One Piece Live Action sulih suara Indonesia, Novie Burhan mengatakan, Eiichiro Oda selaku kreator One Piece terjun langsung dalam seluruh rangkaian proses produksi karya ini karena tak mau mengecewakan para penggemarnya yang disebut “nakama” (rekan satu tim). Begitu pula dengan proses sulih suara Indonesia untuk One Piece Live Action, di mana Oda sendiri yang memilih para pengisi suara untuk lima kru Bajak Laut Topi Jerami. Hal ini membuat proses produksi sulih suara Indonesia memakan waktu lama. “Sebetulnya, proyek ini sudah kami terima sejak Desember 2022. Namun, Oda melakukan banyak sekali revisi agar hasil akhirnya sesuai dengan ekspektasi beliau.”

Novie menambahkan, proses seleksi aktor suara untuk One Piece Live Action lumayan menantang. “Kami menilai berdasarkan voice match, yaitu warna suara yang semirip mungkin dengan pemeran asli. Kemudian dari segi akting, karakter suara harus bisa serupa dengan karakter di serial. Hasil audisi kami berikan ke klien (Netflix dan Oda), lalu mereka yang menentukan siapa saja pengisi suara yang terpilih.”

Para pengisi suara Indonesia untuk One Piece Live Action merupakan mentor dan alumni VT Class yang berdiri sejak tahun 2021. Sebagai pelatihan akting suara, VT Class menghadirkan kelas-kelas dubbing dan voice over untuk berbagai usia. Alumni VT Class sendiri telah banyak yang berhasil terjun ke industri suara dan dipercaya oleh beragam klien dari dalam dan luar negeri, termasuk mengisi sulih suara Indonesia untuk serial The Witcher: Blood Origin, High School Musical: The Musical The Series, Kimi ni Todoke, Lookism, dan masih banyak lagi.

1 dari 5

 

Selain pemilihan pengisi suara, penentuan Dubbing Director (pengarah dialog) untuk One Piece Live Action juga tak sembarangan. Secara khusus, Cipta Suara Pro sebagai studio yang menggarap versi sulih suara Indonesia untuk serial ini menunjuk Novie Burhan untuk mengarahkan proses rekaman para aktor suara di studio. Sebelumnya, Novie yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia akting suara juga didapuk sebagai pengarah dialog untuk film animasi karya anak bangsa, Battle of Surabaya, pada tahun 2015 silam. “Setiap film tier atas yang ditangani oleh Novie selalu mendapatkan penilaian positif dari klien. Selain itu, Novie memberikan kesempatan kepada talenta-talenta baru dengan suara yang fresh dan kemampuan berakting yang mumpuni dari VT Class. Itulah poin plus di mata klien,” ujar Charles Stephanus, Founder dan CEO Cipta Suara Pro yang langganan mengerjakan proyek-proyek sulih suara dari nama besar seperti Netflix dan Disney. Berkat tangan dingin Novie dan kepiawaian akting para pengisi suara, One Piece Live Action sulih suara Indonesia berhasil diselesaikan dengan nol revisi.

Kesan istimewa dalam proses penggarapan One Piece Live Action turut dirasakan para pengisi suara. Menurut Ihwan Zaid, Mentor VT Class dan aktor muda yang dipercaya mengisi suara karakter Zoro, proyek ini menuntut ia untuk mengeksplorasi kemampuan aktingnya lebih dalam lagi, baik dari sisi emosi maupun teknik produksi suara. “Karakter Zoro ini unik, karena Mackenyu (pemeran Zoro dalam One Piece Live Action) seringkali menggunakan fry voice yang power-nya kecil. Jadi, saya harus bisa menyiasatinya saat rekaman dengan mendekatkan mulut ke mikrofon agar suara tetap terdengar jelas namun tidak keluar dari karakternya.” Ini membuat One Piece Live Action berbeda dari proyek-proyek sulih suara yang pernah melibatkan Ihwan sebelumnya.

Ihwan Zaid berharap live action versi sulih suara Indonesia ini dapat diterima oleh para nakama. “Kalau kamu penggemar sejati One Piece, kamu harus tonton versi serial live action ini, karena ini adalah salah satu impian Oda-sensei yang penggarapannya tidak main-main. Walaupun dikemas secara berbeda, live action ini tidak menghilangkan esensi dan nilai-nilai positif yang disajikan dalam manga dan animenya.”

Sementara itu, melengkapi pendapat Ihwan, Novie Burhan juga berharap agar karya ini dapat menginspirasi para aktor suara yang baru merintis karier. “Semoga semakin banyak regenerasi aktor suara, karena sebetulnya Indonesia mengalami krisis pengisi suara baru. Tugas aktor suara tidak sekadar menirukan suara, namun harus mampu menghidupkan karakter dengan kemampuan dan teknik yang tepat.” Novie juga berpesan agar para talenta muda senantiasa belajar dari pengajar yang ahli. “Ikuti kelas atau pelatihan akting suara dari mentor yang masih aktif di industrinya, dan yang terpenting adalah terus menerus melatih ilmu dan teknik yang sudah diajarkan mentor,” tutupnya.

Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.