Pada tanggal 28 November, di Tokyo, tepatnya di Spotify O-EAST di distrik Shibuya, Tokyo, Jepang, sebuah upacara peringatan diadakan untuk mengenang Heath, bassis dari band legendaris X Japan. Heath telah meninggal dunia akibat kanker usus besar pada tanggal 29 Oktober 2023, pada usia 55 tahun. Acara ini menjadi momen yang penuh emosi ketika Yoshiki, pemimpin band, naik ke panggung untuk menyampaikan rasa terima kasih dan kenangan, dengan air mata mengalir saat ia berpamitan kepada sahabat tercintanya yang telah tiada.

Upacara penyampaian bunga menjadi momen yang sarat makna, di mana Yoshiki mengungkapkan apresiasinya kepada para penggemar dan musisi rekan yang hadir. Ia mengenang lebih dari 30 tahun perjalanan bersama Heath dalam X Japan, dan merenungkan momen-momen berharga yang telah mereka lewati bersama.

Salah satu kenangan yang mengharukan adalah ketika Heath membuat penampilan tak terduga dalam pertunjukan terakhir Yoshiki yang berjudul “EVENING/BREAKFAST with YOSHIKI 2023” di TOKYO JAPAN. Yoshiki masih teringat dengan kebahagiaan yang tak terduga pada hari itu, tanpa pernah menyangka bahwa itu akan menjadi pertemuan terakhir mereka.

Kabar duka atas meninggalnya Heath mencapai Yoshiki ketika ia berada di New York. Dalam keadaan yang sangat terharu, Yoshiki menyampaikan perasaannya kepada penonton, merenungkan kesulitan melangkah maju dan mengekspresikan penyesalannya karena tidak bertindak lebih cepat. Ia juga mengakui tantangan yang dihadapi oleh X Japan dan meragukan dirinya sendiri mengapa ia tidak bertindak lebih awal atau mengapa ia menganggap Heath akan selalu ada di sampingnya.

Dalam upacara peringatan ini, Yoshiki juga menyampaikan pesan dari keluarga Heath yang berbunyi, “Suatu hari nanti, kami ingin mengadakan konser peringatan. Kami menyerahkan segalanya kepadamu, Yoshiki.” Pesan ini diartikan sebagai komitmen untuk melangkah maju demi Heath dan pengumuman acara-acara masa depan yang akan diadakan sebagai bentuk penghormatan.

Acara peringatan ini dihadiri oleh sekitar 10.000 penggemar selama siang hari dan kemudian oleh sekitar 100 tokoh industri. Visual yang mencolok terlihat dalam penghormatan ini, dengan mawar merah yang mengingatkan pada imaji X Japan. Yoshiki dengan tulus mendanai seluruh acara ini, memenuhi keinginan Heath agar dia yang mengurus semuanya, dan kehadiran di acara ini juga gratis.

1 dari 2

Upacara perpisahan ini memberikan kesempatan bagi penggemar, teman, dan rekan musisi untuk merayakan kehidupan dan kontribusi Heath dalam dunia musik. Kehadirannya dalam X Japan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah band tersebut. Saat Yoshiki tampil dengan versi khusus dari lagu ikonik X Japan, “ENDLESS RAIN,” di atas piano yang ditutupi karpet merah, perasaan haru semakin terasa. Setelah penampilan tersebut, Yoshiki berdiri di hadapan potret Heath, menawarkan doa dalam diam sebelum meninggalkan panggung.

| Sumber

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.