Para fans tokusatsu di Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran serial baru yang diproduksi di dalam negeri, yaitu Smart Protector Bardion! Diumumkan pada Maret lalu, serial yang diproduksi oleh Bardi (salah satu produsen smarthome di Indonesia) bersama dengan EVOLT dan Buzzohero (tim cosplay dan production house yang berpengalaman di dunia tokusatsu tanah air), dan tim cosplay maker Aniki Cosplay ini akhirnya dirilis di YouTube pada 4 November 2023. Yang istimewa, serial ini akhirnya juga turut ditayangkan di RTV.

Episode keenam sekaligus terakhir dari serial ini nantinya akan hadir dalam versi layar lebarnya yang berjudul Bardion: Director’s Cut. Turut menggabungkan episode pertama hingga kelima serta dengan tambahan adegan baru, versi filmnya akan diputar secara eksklusif di jaringan bioskop CGV Indonesia pada 16 Desember mendatang!

Penasaran dengan proses pembuatan serial ini, tim KAORI pada event Indonesia Comic Con x DG Con 2023 yang digelar awal November lalu berkesempatan mewawancarai dua sosok yang berperan di balik layar produksinya, yaitu Yudi Tukiarty yang menjadi kreator, executive producer, dan juga turut menulis naskah ceritanya, serta Ovic Yulkarnain yang menjadi suit actor sang jagoan kita, Bardion!

Lewat wawancara singkat ini, tim KAORI mencoba mengulik seperti apa proses produksi serial Bardion, seperti tantangan yang dihadapi ketika syuting, proses planning dan ide awal pembuatan serialnya, tanggapan ketika serial ini akhirnya juga tayang di TV, dan tentu saja kesan dan pesan untuk para tokufans di Indonesia.

Simak wawancara kami bersama Yudi Tukiarty dan Ovic Yulkarnain dari tim produksi Bardion!

Ovic Yulkarnain, suit actor sang jagoan kita, Bardion! (Foto: Aldin F)

Berapa lama proses syuting Bardion dilakukan? Dan kira-kira apa saja tantangan yang ditemui selama syuting berlangsung?
Ovic (O): Proses syuting dilakukan 12 hari, dan jika dihitung dengan hari libur (break) totalnya sekitar 15 hari. Tentunya ada tantangannya yang ditemui, seperti contoh kecilnya adalah masalah kamera shoot yang tiba-tiba rusak dan memerlukan banyak waktu untuk diperbaiki kembali, sementara proses syuting seharusnya sudah berlanjut ke scene yang lain. Makanya dalam proses syutingnya harus dilakukan secara cepat.
Yudi (Y): Proses planningnya sendiri sudah dilakukan dari tahun lalu. Untuk syutingnya dimulai pada awal Agustus, sekitar tanggal 4-5 hingga 17 Agustus. Selama syuting, kami melakukan break setiap dua hari.

Dalam proses pembuatannya, apakah tim produksi Bardion mengambil inspirasi tertentu dari seri-seri yang sudah ada?
O: Mengenai hal ini, kalau menurut saya di dunia per-tokusatsu-an sudah tidak ada yang original lagi, tapi bagaimana kita dapat mengambil inspirasi dari beberapa bagian lalu dimodifikasi, istilahnya ATM (amati, tiru, modifikasi). Memang ada beberapa part yang kami ambil inspirasinya dari seri-seri lain, tetapi kemudian kita kombinasikan sedemikian rupa sehingga bisa tampil berbeda dari seri-seri yang sudah ada.

Bardion sendiri awalnya direncanakan tayang sebagai web-series, namun bagaimana kesan Anda ketika seri ini akhrnya juga ditayangkan di TV nasional? 
O: Saya senang karena kerja keras kita selama ini akhirnya diapresiasi oleh TV nasional dan mendapatkan achivement yang istimewa. Saya berterima kasih kepada RTV yang sudah memberikan kesempatan untuk Bardion untuk tayang di TV nasional. Ini apresiasi yang sangat luar biasa.

Yudi Tukiarty, sang kreator dan executive producer Bardion.

Y: Sebetulnya saya merasa senang. Awalnya ketika kami mengumumkan akan merilis seri ini sebagai web-series, banyak yang komentar “kenapa Bardion gak tayang di RTV?”. Dari situ saya berpikir “kenapa kita tidak coba mengontak pihak RTV?”, dan ketika dihubungi ternyata mereka sangat antusias dan malah sebenarnya mereka ingin menghubungi kami duluan. Akhirnya saya pun langsung gas aja biar dengan pihak RTV langsung agar serinya bisa tayang.

Sebenarnya planning awalnya adalah seri ini tayang di YouTube sebagai web-series. Dan sebelum proyek Bardion dimulai, saya awalnya berencana untuk merilis seri ini di layanan OTT. Ada beberapa pihak OTT yang tertarik, tapi proses agar serinya bisa dirilis di sana ternyata terlalu lama dan kemungkinan belum bisa tayang tahun ini. Akhirnya kami mengambil keberanian untuk merilis serinya di YouTube, dan di pertengahan jalan ternyata kami bertemu dengan RTV. Setelah proses penjajakan dengan RTV jalan lagi, kami kemudian berpikir “kenapa kita gak coba masuk ke bioskop juga untuk penayangan episode 6-nya?”. Ternyata pihak CGV pun menyambut dengan positif karena CGV banyak menayangkan film-film Jepang. Ketika ada Bardion, mereka bilang untuk episode 6-nya nanti akan diputar secara eksklusif di bioskop dulu bersama dengan episode 1-5 yang telah tayang sebelumnya.

Apa saja suka-duka menjadi suit actor di Bardion?
O: Banyak sukanya. Kalau boleh sedikit cerita tentang bagaimana Bardion awalnya bisa ada, saya merupakan salah satu anggota tim cosplay EVOLT yang awalnya ingin di-endorse Bardi. Video yang awalnya kami buat adalah video-video Kamen Rider yang tidak dikomersilkan. Ketika tim Bardi ingin meng-endorse kami, video tersebut tidak bisa digunakan karena masalah copyright. Saya pun mencoba mengusulkan “kenapa Bardi tidak mencoba untuk membuat ide superhero baru?”, dan akhirnya ide tersebut ditanggapi oleh tim Bardi.

Yang saya senang, saya yang dari kecil suka nonton tokusatsu akhirnya diberikan kesempatan seperti ini, menjadi karakter superhero yang dari kecil kita idolakan. Itu kesenangan yang luar biasa sekali. Kalau dukanya sepertinya tidak ada karena proses yang kami lakukan kami jalani dengan hati karena ini sudah menjadi passion buat saya.

Apakah ada kesan dan pesan untuk para tokufans di Indonesia terhadap kehadiran Bardion?
O: Dari lubuk hati yang paling dalam, kami segenap tim produksi Bardion meminta dukungan kepada para fans tokusatsu di Indonesia karena industri tokusatsu di tanah air masih belum semaju seperti di luar. Kami yang baru mencoba untuk memulai, tolong untuk didukung. Ke depannya, siapa tahu kami bisa menjadi trigger bagi pihak lain untuk membuat proyek yang lebih baik.
Y: Buat para fans tokusatsu, saya cuma ingin menyampaikan semoga kalian menyukai Bardion sebagaimana kami suka dengan proses pembuatannya. Mohon dimaklumi segala kekurangannya karena ternyata membuat seri tokusatsu bydget-nya ternyata mahal dan jauh dari perkiraan saya, tapi kita komitmen untuk menyelesaikannya. Kami berharap seri ini bisa menjadi sebagai surat cinta dan bisa dimaklumi segala kekurangannya. Kami juga berharap dari Bardion, banyak kreator kita yang semangat menciptakan seri-seri tokusatsu lagi.

| Wawancara oleh Tanto D dan Aldin F

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.