Seiyu kenamaan asal Jepang, Yuki Kaji mengungkapkan kekesalannya dan kekhawatirannya mengenai penyebaran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mampu menirukan suara seiyu di Jepang. Dalam acara “Close-up Gendai“, Kaji membagikan pemikirannya tentang bagaimana AI digunakan dalam produksi film, video, dan konten audio, yang dalam beberapa kasus menggantikan peran seiyu manusia.

Yuki Kaji menyebutkan bahwa para seiyu tidak hanya bertanggung jawab atas suara mereka, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan kehidupan dan jiwa pada pekerjaan mereka. Ia mengungkapkan kekecewaannya melihat bahwa pekerjaan para seiyu diubah menjadi sesuatu yang dangkal ketika AI digunakan untuk meniru suara mereka. Kaji memperingatkan bahwa hal ini dapat menghancurkan kebanggaan orang-orang yang terlibat dalam industri seiyu tersebut, dan apa yang telah mereka ciptakan bersama.

Kurangnya perlindungan hak cipta untuk suara para seiyu juga telah menimbulkan kesulitan dalam menegakkan hak-hak para seiyu. Selain itu, disebutkan pula bahwa industri seiyu dapat menghadapi krisis jika tantangan yang terkait dengan penyebaran teknologi ini tidak ditangani dengan baik.

Yuki Kaji tak lupa juga menekankan pentingnya menghormati karya dan kontribusi dari para seiyu. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika suara mereka semua dianggap sebagai mainan semata, hal tersebut dapat merusak kebanggaan dan menghancurkan apa yang selama ini telah dibangun oleh para seiyu.

| Sumber

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.