Ilustrasi kecelakaan KA Commuterline Bandung Raya vs KA Turangga di Haurpugur, Bandung, Jawa Barat. © Muhammad Dhafin Khomsah / untuk KAORI Nusantara

Jumat (5/1) pagi, terjadi peristiwa luar biasa hebat (PLH) kecelakaan KA Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung vs Commuter Line (KA Lokal) Bandung Raya jurusan Padalarang – Cicalengka di antara stasiun Cicalengka dan stasiun Haurpugur, Bandung, Jawa Barat.

KA Turangga dengan nomor perjalanan KA 65 melintas langsung stasiun Cicalengka menuju stasiun Haurpugur pada pukul 6 pagi. Tidak berapa lama, KA Turangga bertemu dengan KA Commuterline Bandung Raya dengan nomor KA 350 yang telah diberangkatkan dari stasiun Haurpugur menuju stasiun Cicalengka. Lokomotif CC 2017717 milik KA Lokal yang berjalan lamban kemudian menghantam lokomotif CC 2061397 KA Turangga yang sedang melaju kencang.

Lokomotif CC201 dan kereta pembangkit (KP) milik KA lokal hancur lebur setelah dihantam lokomotif CC206 KA Turangga. Sebagaimana terlihat dalam foto-foto yang beredar, kondisi lokomotif CC206 dan kereta penumpang Turangga K1 0 18 133 tidak mengalami kerusakan signifikan secara visual namun sebaliknya kereta pembangkit milik KA lokal, KP3 0 65 02, tampak mengangkat (climbing) ke atas. Masinis KA lokal meninggal dunia, terjebak di tengah-tengah lokomotif yang hancur. Sedangkan masinis KA Turangga dalam kondisi selamat, namun pramugara diketahui meninggal dunia karena terjepit di dalam sambungan kereta.

Sejumlah sarana penolong dari berbagai daerah saat ini dikerahkan untuk segera mengevakuasi rangkaian KA. Crane Kirow milik DJKA yang disiagakan di Bandung telah berada di lokasi untuk melakukan persiapan evakuasi. selain itu crane Gottwald milik KAI dari Cirebon dan crane Kirow milik DJKA dari Solo juga sudah melakukan perjalanan menuju tempat kejadian.

Belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan ini. Menurut informasi yang didapatkan, KA lokal normalnya dijadwalkan untuk bersilang (menunggu pergantian jalur) dengan KA Turangga di stasiun Haurpugur.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui media sosialnya meminta maaf atas ketidaknyamanan penumpang dan akan menginformasikan mengenai pengembalian biaya perjalanan ke masing-masing penumpang yang terdampak.

Sebelumnya, kecelakaan “adu banteng” terjadi antara dua KA Babaranjang (batu bara rangkaian panjang) di stasiun Rengas, Lampung, pada 7 November 2022. Tidak ada korban jiwa pada insiden tersebut.

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.