Granblue Fantasy: Relink adalah salah satu game yang cukup lama dinanti baik oleh saya dan tentunya para fans GBF lainnya. Masih melekat dalam benak saya ketika game ini pertama kali diumumkan di tahun 2016. Di saat GBF (singkatan untuk Granblue Fantasy) tengah populer dan menyaksikan trailer pertama dengan gameplay action RPG yang membuat saya semakin penasaran. Pertanyaan mengenai “bagaimana Cygames membuat gameplay game mobile turn-base menjadi action RPG?” terus menghantui benak saya.

Penantian dan pertanyaan ini ternyata menjadi sebuah perjalanan panjang. Sejak pengumuman pertama di tahun 2016, game ini dijanjikan rilis di tahun 2018. Namun begitu 2018 tiba, game ini tak kunjung rilis. Bahkan Platinum Games yang sejak awal disebut sebagai pihak yang ikut berkolaborasi dalam pengembangan game ini juga turut hengkang di tahun 2019. Selama 7 tahun terkurung dalam masa pengembangan, akhirnya penantian panjang ini terbayarkan begitu saya mencoba memainkan salinan review game ini hingga akhir.

Membuka Lembaran Kisah di Belahan Langit Baru

Kelanjutan(?) dari Granblue Fantasy versi Mobile

Selain gameplay, jalan cerita dari Granblue Fantasy: Relink juga cukup membuat penasaran karena game GBF sendiri dikenal akan jalan cerita yang cukup menarik. Untuk game action RPG ini, Relink menghadirkan cerita baru yang masih berada dalam lanjutan dan canon cerita yang sama. Bisa dikatakan mungkin jika suatu saat cerita GBF versi mobile hendak berakhir, maka lanjutannya adalah apa yang diceritakan di Relink ini.

Petualangan baru di Zegagrande

Pada 5 menit awal, cerita dibuka dengan narasi kru kapal Grandcypher sudah (merasa) hampir mencapai tujuan akhir dari perjalanan mereka yaitu Estalucia. Namun begitu sampai di wilayah Zegagrande Skydom, kapal mereka mendapat serangan monster. Situasi diperparah dengan Lyria kehilangan kendali atas Proto Bahamut yang berbalik menyerang Grandcypher. Kejadian ini menyebabkan kapal mereka karam dan seluruh kru terjatuh ke desa kecil bernama Folca.

1 dari 3
Tempat yang ditunjukan sejak awal trailer Granblue Fantasy: Relink dirilis adalah Folca
Rolan, karakter baru yang akan menemani perjalanan baru di Zegagrande
Lilith, pimpinan dari kelompok Curch of Avia.

Setibanya di Folca, kru kapal Grandcypher mendapat bantuan dari tukang servis serba bisa bernama Rolan. Bersama Rolan, para kru Grandcypher berusaha untuk menghentikan amukan Primeval Gods, sebutan bagi penduduk Zegagrande untuk Primal Beast. Selagi menghentikan Primal bernama Tempeal, kru Grandcypher bertemu dengan kelompok bernama Curch of Avia yang ternyata sudah lama mengincar Lyria begitu mereka tiba di Zegagrande. Dengan kekuatan misterius, Lilith, sang pimpinan dari Curch of Avia merenggut Lyria dari kru Grandcypher dengan paksa. Kemudian dimulailah petualangan baru Gran, atau Djeeta (tergantung siapa yang kalian pilih) bersama kru Grandcypher dan juga Rolan untuk menyelamatkan Lyria.

Main Story Granblue Fantasy: Relink terasa singkat dan sangat linear

Interaksi antara Rosetta dengan Rolan cukup menarik sepanjang game berlangsung.

Secara keseluruhan entah kenapa porsi Main Story dalam game ini terasa agak singkat dan cukup terburu-buru. Belum lagi jalannya cerita terasa sangat linear tidak banyak hal selain plot utama yang dibahas. Pada bagian awal cerita terasa cukup menarik namun begitu menjalani hingga akhir entah kenapa terasa agak membosankan karena fokusnya yang sangat linear.

Untung saja porsi plot dari beberapa karakter yang ada dibuat cukup menarik, baik dari plot kru Grancypher dan Rolan sendiri, hingga para anggota Curch of Avia yang satu per satu akan dimunculkan. Sepertinya memang sudah menjadi kekuatan tersendiri dari GBF bahwa masing-masing karakter yang ada memiliki penulisan narasi yang cukup baik. Belum lagi bisa dikatakan bahwa hampir semua narasi karakter dalam game ini memiliki suara. Seluruh porsi cerita di Main Story serta Fate Episode memiliki suara karakter baik bahasa Jepang maupun bahasa Inggris tergantung pengaturan. Bahkan untuk NPC ketika di map pun, jika dihampiri mereka akan bersuara meski hanya menyebutkan satu kata saja.

Meskipun cerita terasa linear namun adanya plot dari para karakter yang dimunculkan setidaknya membuat cerita di game ini pada akhirnya tetap terasa cukup menarik untuk diikuti terlepas dari durasinya yang singkat. Banyak yang menyebut bahwa game ini memiliki panjang Main Story 20 jam namun dalam difficulty Hard saya berhasil menyelesaikan Main Story dalam 17-18 jam saja.

Cerita Baru Granblue Fantasy: Relink dengan Elemen yang Cukup Familiar

Mencoba Merangkul Pemain Baru sekaligus Pemain Lama

Dari segi cerita, bisa dibilang bahwa Granblue Fantasy: Relink benar-benar main aman dalam menghadirkan cerita di game ini. Pasalnya, cerita baru yang dibawakan cukup bisa dinikmati oleh pemain baru yang belum pernah bermain (dan merasakan pekerjaan kedua sebagai atlet) GBF versi mobile sama sekali. Kejadian ataupun plot poin dari GBF versi mobile sangat sedikit sekali dibahas dan dijadikan referensi dalam keseluruhan cerita di game ini.

Furycane, Primal Beast (Primeval Gods) elemen angin
Magnagarmr, Primal Beast (Primeval Gods) elemen air/es
Primal Beast elemen api yang namanya saya selalu lupa karena terlalu fokus untuk menghindari wipe mechanicnya dibanding membaca namanya…

Meskipun begitu, bagi para pemain (dan atlet grinding) veteran GBF, cerita dalam game ini memiliki sedikit banyak hint dari beberapa elemen yang cukup familiar. Seperti jalan cerita yang cukup mirip dengan cerita awal GBF di mana pemain harus melawan satu per satu Primal (namun kali ini tanpa bantuan Lyria), bertemu Sierokarte yang entah bagaimana bisa sampai ke Zegagrande dan tetap membuka toko bahkan di dungeon sekalipun, hingga beberapa bahasan lore terkait wilayah, dan sejarah di Sky Realm yang tetap terasa familiar.

Fate Episode Juga Hadir di Granblue Fantasy: Relink

1 dari 2
Kenali lebih jauh para karakter melalui Fate Episode
Menyelesaikan Fate Episode memberikan bonus status kepada karakter, dan Episode baru bisa dibuka jika objective tertentu berhasil terpenuhi.

Hal ini juga direfleksikan dalam pemilihan karakter yang dimunculkan. Sebagai game mobile, GBF memiliki ratusan karakter (dengan versi alternatif dan kostum berbeda). Namun dalam Relink, karakter yang muncul di awal cerita hingga akhir mayoritas diisi oleh para kru utama dari Grandcypher. Pengenalan masing-masing karakter dari kru Grandcypher ini dibawakan dengan baik dalam narasi di bagian awal serta di bagian awal dari Fate Episode masing-masing karakter. Para karakter yang muncul adalah karakter yang sudah sangat dikenal oleh para veteran GBF namun pengenalan masing-masing karakternya benar-benar disajikan dengan baik untuk pemain yang baru mencoba GBF melalui Relink.

Playable Karakter yang Unik dengan Gameplay yang beragam di Granblue Fantasy: Relink

19 Karakter yang Dapat Dimainkan

Berbicara mengenai karakter, Granblue Fantasy: Relink sempat mempromosikan dirinya sebagai game dengan “pengalaman gameplay unik dari karakter yang berbeda”. Begitu memainkan game ini, saya bisa mengatakan bahwa hal tersebut memang benar adanya. Karena masing-masing karakter di game ini memiliki elemen serangan, senjata, dan mekanisme pertarungan yang berbeda. 

Selain kru Grandcypher, karakter lain bisa didapatkan dengan menukarkan Crewmate Card kepada Sierokarte.

Ada 19 karakter yang bisa dimainkan di game ini, dengan kru Grandcypher yang terdiri dari Gran/Djeeta, Vyrn, Lyria, Katalina, Rackam, Io, Eugene, serta Rosetta sudah bisa dimainkan sejak awal. Untuk karakter lain seperti Charlotte, Narmaya, Percival, Zeta, dan sejumlah karakter lainnya bisa didapatkan dengan menukarkan Crewmate Card. Item ini bisa didapatkan dari Main Story serta Quest, kemudian ditukarkan kepada Sierokarte untuk membuka karakter baru.

Gauge dan Mekanisme Berbeda di Tiap Karakter

Selain tampilan dan senjata yang berbeda, masing-masing karakter juga memiliki skill dan gaya permainan yang berbeda. Pengalaman unik ini muncul dari “gauge” dan mekanisme bermain yang berbeda antar para karakternya. Contohnya jika bermain sebagai Gran/Djeeta, pemain bisa mengumpulkan gauge Arts dari setiap serangan yang dilakukan. Semakin tinggi level Arts maka semakin kuat juga damage dan efek dari Skill yang dilancarkan Gran/Djeeta.

Melihat icon gauge dengan mekanisme dan sistem berbeda di tiap karakter ini membuat saya teringat dengan fitur job gauge di FFXIV.

Gauge ini juga dimiliki karakter lain meski mekanismenya cukup berbeda. Seperti Rackam yang memiliki gauge untuk menandakan overheat senapannya, Narmaya yang memiliki gauge dalam wujud kupu-kupu, hingga Vaseraga yang bisa mengumpulkan gauge untuk mendapatkan efek buff. Dengan beragam gauge berbeda, hingga cara meningkatkan gauge yang juga berbeda ini membuat pengalaman unik jika pemain bermain karakter yang berbeda-beda.

Pengaturan Party dan Pergantian Karakter yang Kurang Fleksibel

1 dari 3
1 Party terdiri dari 4 karakter, dan pengaturan ini hanya bisa dilakukan di luar quest.
Pemain bisa membuat lineup berbeda melalui Party Sets.
Loadout seperti senjata, sigil, dan skill menjadi penentu saat membentuk Party.

Untuk memainkan karakter lain, pemain bisa mengatur melalui menu Party yang sayangnya hanya bisa diakses di kota. Dalam satu party terdiri dari 4 karakter dengan karakter yang bisa dimainkan hanyalah karakter dalam slot pertama. Jadi jika pemain ingin bermain sebagai Narmaya, maka pemain harus menaruh Narmaya di slot party pertama dan sisa 3 karakter lainnya akan dikendalikan oleh AI. Kemudian jika pemain mengerjakan Main Story, maka Gran/Djeeta harus ada dalam party tersebut. 

Bisa dikatakan bahwa meskipun pengalaman bermain karakter yang berbeda cukup unik, namun ada sedikit keterbatasan dalam memilih karakter yang bisa dimainkan. Selama saya bermain, ketika menghadapi boss yang sulit, saya harus beberapa kali kembali ke kota untuk mengatur kembali party, sebelum akhirnya menantang kembali boss tersebut.

Review ini berlanjut ke halaman selanjutnya: Pengalaman Bermain GBF dalam Kemasan AAA Action RPG

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.