Dua KRL tujuan Tanahabang sedang menunggu sinyal aman dari stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis (26/10/2023). (Foto: Muhammad Naufal Widiyantama /
)

KAI Commuter akhirnya memilih CRRC Sifang Co., Ltd., perusahaan asal China sebagai pemasok 3 rangkaian KRL baru dengan tipe KCI-SFC120-V untuk Jabodetabek. Keputusan ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama di Beijing pada 31 Januari 2024.

Penandatanganan Kontrak Kerjasama KAI Commuter bersama CRRC Sifang Co., Ltd. Pada 31 Januari 2024 di Beijing, China. (Foto: KAI Commuter)

Anne Purba, Corporate Secretary KCI, menjelaskan beberapa alasan di balik keputusan ini. Pertama, CRRC Sifang mampu memenuhi spesifikasi teknis yang KCI inginkan, seperti sistem pendingin ruangan yang lebih baik, sistem informasi penumpang yang canggih, dan desain interior modern. Kedua, CRRC Sifang menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan dari Jepang dan Korea.

Ketiga, CRRC Sifang memiliki reputasi dan rekam jejak yang baik, dengan pengalaman bekerja sama dengan 28 negara di dunia. Keempat, CRRC Sifang bersedia untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada KCI, sehingga KCI dapat mandiri dalam mengoperasikan dan merawat KRL baru ini.

Pembelian KRL baru yang dipesan dari CRRC Sifang ini memiliki tipe KCI-SFC120-V diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan KRL
  • Mengurangi kepadatan penumpang
  • Meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang
  • Mendukung kelancaran mobilitas di Jabodetabek

KAI Commuter sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan berbagai produsen KRL dari Jepang, Korea Selatan, dan China. Namun, CRRC Sifang dianggap sebagai pilihan terbaik berdasarkan pertimbangan spesifikasi, harga, reputasi, dan transfer knowledge.

Pengadaan KRL baru ini merupakan langkah KAI Commuter dalam memenuhi kebutuhan pengguna Commuter Line Jabodetabek yang diharapkan mencapai 2 juta orang per hari pada tahun 2025. Saat ini, rata-rata volume pengguna Commuter Line Jabodetabek pada hari kerja adalah 870-950 ribu orang per hari.

Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, sebelumnya telah mengungkapkan kebutuhan modal tambahan hingga Rp8,65 triliun untuk pengadaan KRL baru, produksi baru dari INKA, dan retrofit untuk mengganti KRL tua. Modal ini akan didukung oleh Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp5 triliun dan pinjaman bank sebesar Rp3,65 triliun.

Bagaimana #Kaoreaders, apakah setuju dengan keputusan KCI memilih KRL dari China sebagai pemasok KRL baru? Coba tuliskan pendapat Kaoreaders di kolom komentar.

|  Sumber: Website KAI Commuter

Baca juga berita dan artikel BeritaOtaku yang lain di Google News, Terima kasih.